“Panggil Aku Ayah” Suguhkan Haru dan Tawa, Visinema Hadirkan Makna Keluarga Lebih dari Sekadar Ikatan Darah

- Redaksi

Jumat, 4 Juli 2025 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, BeritaKita – Visinema Studios resmi meluncurkan trailer dan poster film Panggil Aku Ayah, sebuah drama komedi keluarga yang siap tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 7 Agustus 2025. Film ini merupakan adaptasi dari film Korea Selatan Pawn dan diangkat dengan konteks lokal khas Indonesia. Cerita mengusung nilai kehangatan keluarga yang dibangun melalui empati dan kepedulian, bukan hanya berdasarkan hubungan darah semata.

 

Film ini disutradarai oleh Benni Setiawan, sineas pemenang Piala Citra, dan diproduksi oleh Anggia Kharisma bersama Novia Puspa Sari. Dalam kolaborasi produksi antara Visinema Studios dan CJ ENM dari Korea Selatan, Panggil Aku Ayah dirancang untuk menyentuh emosi sekaligus menghibur lewat perpaduan drama dan humor yang membumi.

 

Anggia Kharisma selaku Produser dan Chief Content Officer Visinema Studios menegaskan komitmen mereka dalam menghadirkan cerita keluarga yang menyentuh dan relevan.

 

“Panggil Aku Ayah adalah bagian dari komitmen Visinema Studios untuk terus menghadirkan cerita-cerita keluarga yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menyentuh dan menggugah,” ujarnya.

“Film ini mengajak kita merenungkan kembali arti sebuah rumah dan keluarga bahwa kasih sayang tidak selalu lahir dari ikatan darah, melainkan dari empati, kehadiran, kepedulian, dan ketulusan cinta.”

 

Sutradara Benni Setiawan menyampaikan bahwa adaptasi ini tetap menjaga pesan orisinal film aslinya, namun dikemas dengan kedekatan budaya Indonesia.

 

“Dalam adaptasi ini, saya berupaya untuk tetap mempertahankan pesan utama, namun dihadirkan dengan konteks lokal Indonesia yang kuat,” ungkap Benni.

Baca Juga :  T’Koos Band Hentak Panggung Ulang Tahun ke-12 Mal Ciputra Cibubur

“Dengan kualitas para pemeran yang mampu menghidupkan karakter dan emosi cerita, saya berharap penonton tidak hanya akan terhibur, tapi juga dapat menemukan makna baru tentang sebuah relasi keluarga.”

 

Film ini berkisah tentang Dedi, seorang penagih utang yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman, yang harus mengasuh seorang anak perempuan bernama Intan setelah sang ibu meninggalkannya demi menjadi TKI. Bersama sepupunya, Tatang (diperankan Boris Bokir), Dedi menjalani perjalanan emosional yang mengubah hidup mereka.

 

Ringgo Agus Rahman, yang sebelumnya meraih penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik di FFI 2024, mengungkapkan kedalaman karakter yang ia perankan.

 

“Karakter Dedi sangat menarik bagi saya karena kontrasnya – seorang penagih utang yang tidak punya pengalaman sebagai orang tua, tapi justru memilih berjuang demi anak yang bahkan tak memiliki hubungan darah dengannya,” katanya.

“Cerita ini menyentuh, tapi juga penuh momen kocak dan hangat yang membuat perjalanan mereka terasa nyata.”

 

Tissa Biani, yang memerankan Intan dewasa, menyoroti relevansi karakter tersebut dengan kondisi keluarga masa kini.

 

“Sebagai Intan dewasa, saya merasakan bagaimana luka dan cinta dari masa kecil membentuk cara kita memandang keluarga,” tuturnya.

“Menurut saya, hal ini sangat relevan dengan generasi sekarang, yang sering kali dibesarkan dan dipengaruhi oleh orang-orang di luar struktur keluarga tradisional.”

 

Baca Juga :  Pal8 Pictures Garap Film “Laut Bercerita”, Adaptasi Novel Best-Seller Leila S. Chudori

Peluncuran trailer ini juga disertai dengan kampanye kreatif bertajuk Telepon Umum: Panggilan dari Hati, berupa instalasi interaktif yang ditempatkan di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta. Dalam kampanye ini, masyarakat diajak “curhat” melalui bilik telepon kepada sosok ayah versi mereka. Respons publik sangat emosional, banyak yang terbawa suasana hingga menangis.

 

Menanggapi antusiasme tersebut, Anggia Kharisma menyatakan:

 

“Respons terhadap teaser dan instalasi Telepon Umum ‘Panggilan dari Hati’ menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional masyarakat Indonesia terhadap nilai-nilai keluarga. Kami berharap film ini dapat menjadi ruang refleksi tentang makna hadir dan mencintai dalam bentuk keluarga yang lebih luas.”

 

Film Panggil Aku Ayah dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 7 Agustus 2025. Informasi dan perkembangan terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @panggilakuayahfilm dan @visinemaid.

 

Tentang Visinema Studios

Visinema Studios merupakan bagian dari Visinema Group, sebuah ekosistem storytelling Indonesia yang didirikan oleh Angga Dwimas Sasongko pada tahun 2008. Visinema telah menghadirkan sejumlah karya film box office dan konten lintas platform yang mengangkat cerita kuat dan penuh makna, seperti Cahaya Dari Timur, Filosofi Kopi, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Nussa, hingga Mencuri Raden Saleh.

 

Dengan lini produksi yang mencakup film layar lebar, serial animasi, dan pertunjukan panggung, Visinema terus mengokohkan posisinya sebagai salah satu pusat unggulan dalam dunia kreatif Indonesia.

Editor : Rizki

Sumber Berita: Rilis

Berita Terkait

Film Esok Tanpa Ibu Rilis Trailer dan Poster, Angkat Kisah Kehilangan Ibu dan Relasi Keluarga di Era Kecerdasan Buatan
Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Tembus 7,5 Juta Penonton, Kwartet Agak Laen Galang Donasi untuk Sumatra
Imajinari Umumkan Tiga Film Baru di JAFF Market 2025, Termasuk Debut Aksi Ernest Prakasa
Teaser Trailer Kedua “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” Diluncurkan di JAFF Market 2025
Pal8 Pictures Garap Film “Laut Bercerita”, Adaptasi Novel Best-Seller Leila S. Chudori
VMS Studio Umumkan Empat Film Baru untuk 2026 di JAFF Market Yogyakarta
Forka Films Umumkan Kolaborator Internasional untuk Film Empat Musim Pertiwi di JAFF Market 2025
Visinema Hadir di JAFF 2025 Dorong Talenta Baru dan Perkuat Ekosistem Industri Film Indonesia
Berita ini 19 kali dibaca
Film ini berkisah tentang Dedi, seorang penagih utang yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman, yang harus mengasuh seorang anak perempuan bernama Intan setelah sang ibu meninggalkannya demi menjadi TKI. Bersama sepupunya, Tatang (diperankan Boris Bokir), Dedi menjalani perjalanan emosional yang mengubah hidup mereka.

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 20:31 WIB

Film Esok Tanpa Ibu Rilis Trailer dan Poster, Angkat Kisah Kehilangan Ibu dan Relasi Keluarga di Era Kecerdasan Buatan

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:33 WIB

Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Tembus 7,5 Juta Penonton, Kwartet Agak Laen Galang Donasi untuk Sumatra

Rabu, 3 Desember 2025 - 03:34 WIB

Imajinari Umumkan Tiga Film Baru di JAFF Market 2025, Termasuk Debut Aksi Ernest Prakasa

Rabu, 3 Desember 2025 - 03:03 WIB

Teaser Trailer Kedua “Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” Diluncurkan di JAFF Market 2025

Senin, 1 Desember 2025 - 17:39 WIB

Pal8 Pictures Garap Film “Laut Bercerita”, Adaptasi Novel Best-Seller Leila S. Chudori

Berita Terbaru

Kenali gejala diabetes

Nenavin memiliki kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi penderita diabetes